Jumat, 29 September 2017

Diamond Edge in Jakarta : Diamond Life After Effects (part 3)

05.30 Posted by Ibit Sukma No comments


Di dalam Hall 3A, lampu masih nyala dan penonton mulai memenuhi ruangan. Semua MV Seventeen diputar dengan volume kecil dan para Carat ikut nyanyi dan fanchanting. Aku, Rin, dan Mel mencari spot yang baik karena section kami adalah standing section paling ujung.
Playlist MV diputar sekitar tiga kali putaran dan itu lama banget, sekitar satu jam. Volume carat yang nyanyi makin kecil. Beberapa duduk dan minum sambil menunggu. Aku sendiri mencoba jongkok tapi hasilnya malah bikin kaki tambah sakit.

Pukul 17.25 playlist MV selesai, semua carat yang awalnya duduk langsung berdiri. Ternyata yang diputar malah iklan. Iklannya mbosenin pula --“ Setelah itu lagu Indonesia Raya diputar, semua orang di dalam hall menyanyikannya dengan keras. Begitu lagu selesai, semua lampu mati.



Kemudian salah satu member naik tangga. Dan itu Junaedi a.k.a Wen Junhui! Walaupun dilihat dari jauh, Jun keliatan banget gantengnya. Selain itu diperjelas sama video dari proyektor, sih. He he. Setelah itu S.Coups, Mingyu, Wonwoo, dan member lainnya datang sampai lengkap. 
Waktu itu tangan udah gemeteran pegang cabong, dan dada rasanya agak sesak karena nggak percaya bisa liat mereka secara langsung, OMG. Aku nggak peduli sama tenggorokanku yang lagi batuk, dan ikut teriak-teriak sama Carat yang lain.
Lagu pembukaan mereka yaitu Pretty U, dan aku tambah sesak nafas D: Mereka nggak ada bedanya dari semua video yang aku tonton di internet. Lebih ganteng malah. Sekali lagi, waktu itu aku masih nggak percaya aku lihat mereka nari dan nyanyi secara langsung. 

NB. Semua video direkam dari Green B, section paling jauh, jadi banyak yang nggak jelas



Setelah Pretty U, DK teriak “Hello Jakarta, are you ready?!” dan pastinya dijawab teriakan Carat satu hall. Mereka lanjut nyanyi Beautiful dan Adore You. Tangan kanan semangat banget ngayunin lightstick dan mulut sibuk ikut fanchant. Demi apa rasanya plong banget. Semua teriakan yang ditahan waktu fangirling sendirian, bisa lepas.




Begitu Adore You selesai, semua member perkenalan. Waktu bagiannya Hoshi, (current) biasku, seneng banget bisa ikut neriakin “Wangjanim (pangeran)” dan liat dia senyum waktu pada chanting. Tidak. Terasa. Nyata.
Hoshi juga ngajari yel-yel buat para Carat. Kalau Seventeen teriak ‘caratdeul’, Carat harus ngefistbump(?) kedua tangan di depan dada dua kali, lalu seperti gerakan melempar telapak tangan ke kanan sambil bilang ‘edge’.
….
Ya gitu lah. 




Selesai perkenalan, lampu mati, dan mereka nampilin Very Nice, lagu mereka yang pertama kali aku denger sampai sekarang jadi favorit T_T Kebetulan fanchant lagu ini nggak terlalu susah jadi bisa ngikutin, YAY. 




Lampu mati. And… Performance Team muncul nampilin Swimming Fool. Padahal lagu ini sebenernya aku nggak begitu suka, tapi ya… Gimana ya. Bisa liat mereka langsung pastinya nggak peduli lagu apapun yang dibawa, tetep teriak dan ikut nyanyi. Koreografinya juga lucu banget. Mbrambang aku lihatnya :’ Nggak ngrekam karena terlalu fokus nonton koreo dan bukan lagu favorit :|
Penjelasan singkatnya, Seventeen ini karena membernya banyak banget, mereka dibagi jadi tiga unit. Performance Team, unit bagian dance, Vocal Team, unit bagian vokal, dan Hip Hop Team, unit bagian rap.
Performance Team akhirnya menghilang ditelan gelap lalu VCR diputar, isinya foto-foto masa kecil sebong yang lucu banget. Duh.
VCR dua menit an selesai dan Seventeen muncul lagi! Horeeee. Mereka pakai baju sekolah dan nyanyi Mansae.





Lanjut habis Mansae, Boom Boom. Sayang banget lagu yang biasanya pake outfit gelap dan jaket fancy, tadi malam dinyanyiin pake seragam sekolah dan nggak semua kemejanya dijadiin luaran. Jadi nggak ada efek buka-buka jaket kayak biasanya, huhu.

Boom Boom selesai, semua member ke backstage kecuali Wonwoo dan S.Coups. Wonwoo ternyata ganteng nggak ketulungan, wajahnya kayak tsundere di komik-komik gitu. Sedangkan S.Coups selalu senyum dan beneran putih kayak vampir. Mereka berdua ngajak ngobrol para penonton sambil bawa kamera, katanya buat mengabadikan momen bareng Carat. Ada spot kecil Pink B yang beruntung banget bisa foto bareng S.Coups. Pink B itu section depanku
:) Mereka ngajak Carat teriak keras, karena S.Coups ngejanjiin aegyo. Carat pasti auto-semangat lah kalau dijanjiin aegyo. Wonwoo pun nggak ketinggalan dengan ‘aing’ nya.

Lalu mereka berdua balik ke backstage, dan VCR Vocal Team diputar. VCR nya memakai background music genre lo-fi, dan aestetik banget videografi nya. Begitu VCR selesai, Vocal Team menyanyikan We Gonna Make It Shine dan Don’t Listen Secretly. Lagu mellow Seventeen pokoknya emang paling bagus dibawain Vocal Team. Mereka nyanyi keren banget, terutama Seungkwan dan DK yang di lagu-lagu sebelumnya udah banyak dapet bagian high note, suara mereka tetep jernih di sini. Jelas lah, mereka kan Main Vocal... Lautan Cabong pun mulai berayun kanan-kiri dengan tempo pelan.
 


Waktu Vocal Team aku ngrekam video dikit banget karena mereka nggak ngedance. Jadi aku ngrekam suara.

Setelah dua lagu tadi, giliran VCR Hip-hop Team diputar. Visual Team ini beneran edan deh, kayaknya. VCR nya bertema 'penjahat', i think, semua membernya duduk di kursi, ada adegan mereka pakai borgol, duduk di meja juga. Hip-hop Team bawain dua lagu, yang pertama mixtape yang belum pernah aku denger sebelumnya, dan yang kedua Check-In
Atmosfer mellow langsung berubah jadi swag dan energik banget karena rap mereka. Di mixtape pertama tadi, Vernon semangat banget sampe geraknya agak butuh bimbingan bagi yang menonton. Waktu lagu Check In, semua Carat chant waktu lirik “Yeah, I check in Jakarta city”. Jelas kan alasannya apa? Gara-gara itu juga Vernon di penampilan-penampilan berikutnya sering ngomong “I check in…” dan dilanjut “Jakarta city” oleh Caratdeul.



Puas dengan perform Hip-hop Team, VCR Performance Team diputar dan aku teriak tambah kenceng karena pengen liat Hoshi Wangjanim dan Dino. Mbak-mbak di sebelahku sibuk neriakin Jun. Mereka nampilin OMG dan Highlight. OMG ditampilin di panggung utama,
sedangkan Highlight di panggung depan. Bahagia banget lihatnya, karena Highlight itu memang paling bagus ditampilin sama Performance Team, menurutku. Selain itu, nggak ada fanchant yang harus nyebutin 13 nama dalam waktu 6 detik kalau Performance Team yang nampilin.




Lalu, VCR lagi. Tapi kali ini VCR nya Seventeen. VCR selesai, panggungnya jadi warna merah dan bagian diamondnya bergerak. Semua member mulai muncul dengan outfit merah, awalnya kukira mereka bakal nyanyi Quick Pace yang aku bener-bener berharap mereka bakal nampilin itu, tapi ternyata yang ditampilkan Crazy in Love. Waktu Crazy in Love berlangsung, aku masih berharap mereka bakal lanjut pakai lagu Quick Pace. Namun ternyata tidak, huhu.

Setelah Crazy in Love, China Line maju ke panggung depan dan nampilin My I. My I ini nasibnya kayak Swimming Fool di hpku, jarang diputer tapi begitu liat koreografi mereka secara langsung, pakai pita dan ada kayak campuran martial artsnya, aku jadi agak gumun kok mereka bisa nari tanpa kelilit pita sepanjang itu :\
 


Tiba-tiba, Vocal Team muncul lagi dan mereka nyanyi Abuse!!! Lagu Vocal Team yang paling aku suka dari semua lagu unit ini. Awalnya aku ngrekam via suara dan gara-gara merinding, hp sama handbannerku jatuh. Sempet diinjak beberapa orang tapi langsung kuambil lagi. Untung nggak kenapa-napa. 



Lanjut ke Hip-hop Team lagi, If I. Aku terlalu terhipnotis sama perform mereka dan nggak sempet ngrekam apapun. Agak sedih sih harus nyari fancam orang kalau mau lihat lagi.
Nah, habis itu mereka kumpul di panggung utama dan refreshing. Mingyu disuruh nyanyi Abuse, dan buat seorang rapper, suaranya bagus banget.
 
Lalu Joshua, Woozi, dan S.Coups melakukan freestyle dance. Lanjut, Seungkwan juga ikut karena para Carat neriakin namanya. Berikutnya, Carat neriakin Wonwoo buat freestyle tapi dia nggak mau karena bilangnya tadi udah nari. Akhirnya dia nari If I lagi di bagian klimaks. Sayangnya, aku nggak ngrekam lagi. Sebenarnya habis itu Carat masih neriakin nama salah satu member, aku lupa, buat disuruh nari. Tapi Seungkwan bilang kalau mereka freestyle terus, nanti Carat bakal kehilangan satu lagu. YA NGGAK MAU LAH!

Seventeen pun lanjut perform lagu Rock yang koreo bagian reffnya minta diberi kata-kata kasar, dan Chuck. Setelah Chuck selesai, Dino ngajarin para Carat buat melakukan koreo inti Chuck bagian ‘Chuck! Chuck! Bruh, Chuck!’. Waktu itu Dino pingin banget aku bawa pulang buat dijadiin abang (o-o).

Masih di suasana break, tiba-tiba Vernon bilang kalau lagu selanjutnya bakal jadi lagu terakhir konser mereka di Jakarta. Dia pura-pura nangis di pundak DK. Semua Carat teriak kecewa tapi aku yakin pasti nantinya bakal ada encore. Don’t Wanna Cry jadi ‘lagu terakhir’ mereka malam itu. Sebelumnya ada DK dan Jeonghan di bagian intro, yang indah dan luwes banget gerakannya. Setelah itu fanchant Carat jadi lebih keras dari sebelumnya. Lampu langsung mati setelah Don’t Wanna Cry selesai.

Rasanya sesak lagi.

Aku berpikir positif kalau ini pasti dibuat-buat dan mereka bakal muncul lagi, dan pamitan sebelum konser bener-bener selesai. Apalagi project 17UnionINA belum berjalan karena belum ada lagu Healing.
Hall penuh dengan teriakan ‘Seventeen!’ berulang kali, namun karena yang dipanggil tak kunjung muncul, kami diam lagi. Carat mencoba lagi dengan teriakan ‘Encore!’ dan hasilnya tetap sama. Untuk beberapa saat Hall hening penuh kebingungan. 


Tiba-tiba proyektor menayangkan VCR lagi yang isinya tentang berbagai macam definisi Carat bagi masing-masing member Seventeen. VCR ini pakai Smile Flower sebagai musik latarnya dan sukses bikin banyak Carat nangis. Termasuk aku.
Masih sibuk nangis dan ngelap ingus, tiba-tiba Seventeen muncul dengan outfit jins dan kaos dengan warna fandom. Pink dan biru muda. Benar kan, mereka masih muncul dan menyanyikan Shining Diamond. Kemunculan mereka yang tiba-tiba bikin aku nangis tambah kejer dan menggoyang-goyangkan Cabongku sampai nggak sengaja nggebuk kepala cewe di depanku. Maafin aku, Mbak :(




Setelah Shining Diamond, saatnya lagu penutup sekaligus project Carat. Lagu Healing dimulai, para Carat pun menaikkan handbanner yang sudah dibagi. Kalau nggak salah, arti dari handbanner ini kurang lebih ‘kami akan melihat Seventeen’ (dicari Mel lewat google translate).




Aku nggak bisa lihat apapun waktu Healing, karena semua ngangkat  banner dan jarak pandangku jadi terhalang. Nggak apa-apa, deh. Demi project bersama.
Selesai perform, para member duduk di panggung utama dan saling bertukar kesan-pesan mereka setelah konser di depan Carat Indonesia. 

Aku nggak inget banyak isi kesan-pesan semuanya. Ada Seungkwan yang nyanyi sedikit bagian Smile Flower, DK-Mingyu-S.Coups-Jun yang berusaha ngomong ‘aku cinta kamu’, Hoshi yang selalu promosi Seventeen Second Project by SVT Leaders,
Woozi yang manyun-manyun waktu The8 lagi kasih kesan-pesan, dan paling memorable, Dino yang diganggu hyungnya waktu lagi ngomong lalu dia ngajak seluruh Carat mengikuti teriakannya. 


 
Semuanya sudah memberi kesan-pesan, mereka pun melakukan pamitan yang sesungguhnya dengan melakukan bow di setiap section dan mengucapkan greeting di tengah panggung. Kemudian panggung menutup, dan seluruh lampu hall menyala diiringi lagu Love Letter.

Aku, Mel, Rin sempat istirahat sebentar dengan duduk di dalam hall dan kebetulan ketemu lagi dengan Mbak Fi-Mbak Ve. Rambut mereka berantakan dan kucirnya hilang entah kemana. Kami menyempatkan diri buat selfie dan bertukar akun sosmed sebelum pulang.
 
 
 
Setelah kontak-kontakan dengan Mbak Ufi, kami pamit keluar duluan dan mengambil barang titipan, duduk-duduk lagi sebentar dengan Far dan Mbak Ufi, pesan uber, dan masih menyempatkan diri buat beli beberapa merch yang harganya jadi lebih murah setelah konser.

Sampai di hotel, semua cuma naruh barang lalu bikin pop mie sebagai makan malam. Karena nggak ada air panas di dalam kamar, kami harus turun ke resto untuk ambil air panas. Lucunya, kami nggak pakai alas kaki apapun dari lantai 3 ke lantai 1 padahal lantainya dingin banget. Sambil makan, kami   bertukar cerita antar section.



Pukul 12 semua kembali ke kamar dan tidur.


Keesokan paginya kami bangun lebih siang dari hari sebelumnya. Maklum, kan tepar. Aku bangun pertama dan langsung mandi karena takut ketiduran lagi. Pukul 8 kami berangkat ke bandara tanpa Mbak Ima karena Mbak Ima beda pesawat dan beda jadwal.
Selama perjalanan menuju bandara semuanya sibuk cerita dan bertukar video. Bahkan sampai menit-menit sebelum disuruh masuk ke pesawat, kami masih juga sibuk kirim-kirim video.
Lima puluh menit di dalam pesawat diisi dengan tidur. Sampai di bandara, aku cuma ambil koper dan semuanya mengambil beberapa barang yang dititipkan di dalam koperku.
Akhirnya di luar kami berpisah, sekedar salaman dan high five, dan janji kalau kami bakal kumpul dan nonton bareng lagi di konser Seventeen berikutnya. Di section paling mahal dan berdiri paling depan. 

Di tengah perjalanan hujan deras turun. Rasanya kayak lagi di dalam film. Hujan turun ketika aku masih sedih dengan kenyataan kalau konser sudah selesai, Seventeen bakal balik ke Korea secepatnya, dan sepertinya teman-temanku juga merasakan hal yang sama. Bahkan sampai di rumah waktu aku play lagu-lagu Seventeen yang ngebeat, aku malah nangis. 

Well, being a fangirl is not easy. We love our idol so much when they don’t even know that we exist. Tapi mereka pasti punya sedikit celah buat seluruh fans di hati mereka karena mereka juga selalu berusaha untuk membuat penampilan terbaik yang memuaskan publik. And this was absolutely one of my precious experience as a teenager that I would never forget.


 *

Selesaiiiii!!!
Hampir semua detail kegiatan aku tulis di sini biar pada ambil hikmahnya dengan sudut pandang masing-masing, ya *hikmah?*.

Di konser ini ada beberapa hal yang bikin aku agak kecewa. Di antaranya pertunjukan aegyo masih kurang, nggak ada lagu Quick Pace, nggak ada mereka perform lagu Indonesia, dan nggak ada perform lagu girlgroup. Walaupun begitu tetep aja aku puas dengan dua jam berharga tanggal 23 September kemarin.

Setelah world tour ini, Seventeen masih disibukkan dengan segala macam promosi album kedua mereka yang rilis sebentar lagi. Nggak kebayang deh capeknya. But, I wish you all the best, Seventeen. Semoga kalian sukses, selalu sehat, dan selalu dicintai. Jangan lupa main-main ke Indonesia lagi biar aku nggak kangen. Chu.

Baca : part 1, part 2, part 3

0 komentar :

Posting Komentar